Yen terjebak dalam tarik-tambang brutal antara kenaikan yield Treasury dan lonjakan biaya energi global.
Suku bunga tetap menjadi driver utama bagi USD/JPY, tetapi syok energi saat ini membajak narasi pasar. Karena Jepang sangat bergantung pada energi impor, lonjakan harga minyak menghancurkan daya beli Yen. Sementara itu, Dolar AS yang tangguh terus menarik modal yang mencari safe haven sejati. Sikap hati-hati BoJ nyaris tak memberikan support, membiarkan pair ini sangat sensitif terhadap risiko headline dan pergeseran makro mendadak.
-
Analisis & Prakiraan:
-
USD/JPY kemungkinan mempertahankan bias bullish-nya selama yield AS tetap tinggi.
-
Penembusan di atas level tertinggi multi-bulan sebelumnya bisa memicu aksi beli stop-loss algoritmik yang cepat.
-
Strategi carry trade akan tetap sangat berisiko sampai pasar energi kembali stabil.
-




























